Home / Ragam

Sabtu, 15 Juli 2023 - 20:03 WIB

Semua Anggota PWI Sumbawa Diakui Dewan Pers

Sumbawa Besar (Sumbawasatu.com)-

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumbawa aktif mengikutkan anggotanya untuk mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sejak dua tahun terakhir. Bahkan, pada tahun 2022 lalu, PWI Sumbawa menggelar secara mandiri kegiatan sebagai syarat agar wartawan mendapatkan pengakuan dari Dewan Pers.

Ketua PWI Sumbawa, Zainuddin mengatakan, saat ini PWI Sumbawa beranggotakan 33 orang. Semuanya telah mendapatkan pengakuan dari dewan pers dibuktikan dengan sertifikat dan kartu UKW berhologram yang ditandatangani oleh Ketua Dewan Pers. Mereka juga telah tercatat dalam website resmi Dewan Pers.

“Semua anggota kami sudah kompeten dan diakui oleh dewan pers. Jadi narasumber tidak perlu khawatir melayani anggota PWI Sumbawa dalam menyampaikan informasi,” ungkapnya.

BACA JUGA  Amilan Hatta Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1444 H/2023 M

Menurutnya, sertifikasi wartawan sangat penting sebagai upaya menjadikan mereka lebih profesional dalam bekerja. Khusus di Kabupaten Sumbawa, banyak oknum-oknum yang mengaku wartawan. Bermodalkan kartu pers mencari informasi, namun tidak jarang aksi mereka meresahkan.

Zain sapaan akrab CEO Samawa Rea ini, mengungkapkan, ciri wartawan abal-abal, diantaranya tidak berpedoman pada kode etik jurnalistik, meremehkan bahkan kadang mengancam dan memeras narasumber. Sebagaimana Dewan pers selalu menekankan, agar komunitas wartawan dan pers bahu-membahu bersama masyarakat untuk memerangi praktek penyalahgunaan profesi wartawan, dengan malaporkan aktivitas-aktivitas tidak profesional yang mengatasnamakan sebagai wartawan kepada kepolisian.

BACA JUGA  Karantina Pertanian Sumbawa Sosialisasi Perlakuan Fumigasi Phosphine dalam Rangka Ekspor Komoditas Pertanian

”Kami tidak bisa berbuat banyak untuk menertibkan mereka, karena bukan bagian dari PWI. Tapi kami bisa menjadi pembeda dari mereka, salah satunya melalui sertifikasi,” tegasnya.

Kepada anggota masyarakat, perusahaan swasta, dan instansi pemerintah, ia berharap agar cermat dalam mengidentifikasi wartawan atau media, serta tidak segan-segan menanyakan identitas wartawan dan mengecek kebenaran maupun status media tempatnya bekerja. Jika tidak jelas, maka berhak tidak melayaninya atau menolak untuk diwawancarai.

“Wartawan profesional selalu menggunakan cara-cara etis dalam mencari informasi. Jadi kalua ada ciri-ciri yang saya sebutkan itu, narasumber berhak menolak,” pungkasnya. (SS/*)

Share :

Baca Juga

Ragam

Korban Kecelakaan Lalu Lintas Meninggal Dunia Tidak Mempunyai Ahli Waris, Santunan Dalam Bentuk Penggantian Biaya Penguburan

Ragam

MenkumHAM : Peringatan Hari HAM Merupakan Momentum Merefleksikan Prinsip-Prinsip HAM

Ragam

IJTI Korwil Sumbawa Barat Bagikan Paket Sembako

Ragam

Sukseskan HUT ke-79 RI di IKN 17 Agustus Mendatang, Jasa Raharja dan Korlantas Polri Sinergi Wujudkan Kamseltibcarlantas dan Zero Accident

Ragam

Jasa Raharja Jamin Seluruh Korban Tabrakan KA Turangga dengan Commuter Line Bandung Raya di Cicalengka

Ragam

16 Desa di KSB Evaluasi Kejari Dalam Program Jaksa Jaga Desa

Ragam

Berbagi kepada Sesama, Sat Resnarkoba Polres Sumbawa Bagikan Bantuan Sosial

Ragam

Pj Gubernur Ajak IJTI NTB Berkolaborasi Menyebarkan Informasi Positif
error: Content is protected !!