Home / Politik dan Pemerintahan

Kamis, 1 Februari 2024 - 19:56 WIB

Antisipasi Banjir, BPBD Sumbawa Pantau Kelayakan Bronjong di 34 Titik

Sumbawa Besar (Sumbawasatu.com)-

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa dibantu dengan BWS (Balai Wilayah Sungai) NT 1 (Nusa Tenggara 1) menyalurkan sekitar 5000 bronjong untuk mengantisipasi banjir yang sering terjadi di Kabupaten Sumbawa.

Demikian diungkapkan Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Sumbawa, Rusdianto, AR pada Kamis, 1 Februari 2024. Sebelum membangun bronjong, pihaknya bersama BWS NT1 terlebih dahulu melakukan pengecekan lapangan.

“Kita bersama-sama berkolaborasi dalam hal penanganan kebencanaan dengan mengusung konsep petahelik. Sehingga tidak hanya kami sendiri tetapi melibatkan elemen-elemen, komunitas lain, apa yang bisa kita lakukan kebetulan di BWS menyiapkan ada sekitar 5000an bronjong yang akan berlanjut, kalau kegiatan ini bagus terlaksana dengan baik,” terangnya.

BACA JUGA  Bupati Sumbawa Tetapkan Tiga Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten

Diungkapkan, bronjong-bronjong yang dipantau tersebut tersebar di 34 titik yang rawan terkena banjir. Terutama jika entitas hujan melebihi batas normal.

“Kinerja yang dilakukan BPBD sangat bagus dilihat dari kecepatan, ketepatan, keakuratan dan sebagai macamnya. Juga kolaborasi dengan desa yang dilakukan untuk penanganan daerah darurat seperti dam, bronjong, tebing-tebing yang akan menggangu tempat tinggal masyarakat atau mengganggu daerah-daerah perkebunan, persawahan, dan sebagai macamnya, sehingga ada sekitar 34 yang kita titikkan,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, informasi terkait bencana akan dikroscek terlebih dahulu untuk memastikan kebenarannya. Terutama informasi yang diperoleh dari media sosial.

BACA JUGA  Kru dan Pembalap MXGP Samota 2023 Tiba di Sumbawa

Lebih jauh dijelaskan, dari pemasangan ke 5000 bronjong ini dilakukan beberapa tahap. Untuk tahap pertama telah dipasang bronjong 1.284 di beberapa titik. Salah satu yang sudah tuntas yakni di Desa Lawin Kecamatan Ropang.

Ia berharap kedepannya kegiatan ini bisa terlaksana dengan adanya bantuan dari masyarakat. Karena masyarakat yang merasakan juga hasilnya.

“Kita sebagai manusia jangan mencemari dan mengotori lingkungan, karena lambat laun kita akan merasakan dampak negatif dari perbuatan kita sendiri seperti misalnya bencana banjir atau hal-hal negatif yang berdampak pada lingkungan sekitar kita,” pungkasnya.(ind/*)

Share :

Baca Juga

Politik dan Pemerintahan

Isi Kekosongan, 21 Orang Ikuti Seleksi Panwascam

Politik dan Pemerintahan

Eksekusi Tanah Kelurahan Pekat: Beberapa Kali Gagal Hingga Ketua PN Sumbawa Minta Fatwa MA

Politik dan Pemerintahan

Kelurahan Lempeh Luncurkan Ruang Pelayanan GERA dan OK 

Politik dan Pemerintahan

Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Sumbawa Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 H

Politik dan Pemerintahan

Ridwan SP Serap Aspirasi Warga Ai Puntuk dan Penyaring

Politik dan Pemerintahan

Bupati Sumbawa Buka Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah

Politik dan Pemerintahan

Persiapan Lebaran 2023, Jasa Raharja, Kemenhub dan Korlantas Polri melakukan Survei Jalur Pantai Selatan Jawa Barat

Politik dan Pemerintahan

Sapa Masyarakat Tarusa, Rafiq Komit Perhatikan Infrastruktur, UMKM dan Sapras Pertanian
error: Content is protected !!