Politik dan Pemerintahan
Beranda » Menteri KP dan Wamen PKP Tinjau Tambak Penyaring, PSN Udang Sumbawa Segera Terwujud

Menteri KP dan Wamen PKP Tinjau Tambak Penyaring, PSN Udang Sumbawa Segera Terwujud

Sumbawa Besar (Sumbawasatu.com)-

Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Sakti Wahyu Trenggono bersama Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Sumbawa selama dua hari, Rabu-Kamis, 19-20 Februari 2025. Agenda pertama kunjungan ini adalah meninjau tambak di Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, yang merupakan rencana lokasi Proyek Strategis Nasional (PSN) pangan akuatik udang Sumbawa. Dalam kesempatan ini, mereka juga berdialog dengan sejumlah petambak di wilayah tersebut.
Menteri KP hadir bersama Dirjen Perikanan Tangkap dan Dirjen Budidaya. Turut serta dalam kunjungan ini Bupati Sumbawa beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

Kunjungan ini bertujuan untuk mendorong penetapan pangan akuatik udang Sumbawa sebagai PSN. Sebagai salah satu daerah penghasil udang terbesar di Indonesia, Sumbawa memiliki potensi besar dalam sektor perikanan dan budidaya laut. Produksi udang dari Kabupaten Sumbawa tercatat sebagai yang tertinggi di Indonesia pada tahun 2022 dan 2023, memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional serta meningkatkan neraca ekspor Indonesia di sektor perikanan. Melihat potensi ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah mengusulkan pengembangan klaster pangan akuatik berbasis komoditas unggulan udang sebagai PSN untuk periode 2025-2029.

Menteri Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan bahwa sekitar 800 hektar tambak di wilayah Penyaring akan direkonstruksi dan ditata ulang menjadi kawasan pertambakan modern. Dengan pengelolaan yang lebih baik, produktivitas tambak ini diproyeksikan meningkat pesat. “Nantinya, produktivitas akan meningkat dengan menghasilkan sekitar 30.000 ton udang dalam satu siklus, senilai Rp.1,4 triliun. Jika dilakukan dua kali panen dalam satu tahun, potensi pendapatannya bisa mencapai Rp.2,8 triliun,” ujar Menteri KP.

Lebih lanjut, Menteri KP menjelaskan bahwa untuk merealisasikan proyek ini, dibutuhkan anggaran sekitar Rp.7 triliun. Pemerintah sudah memiliki model dan rancangan yang akan dibahas lebih lanjut secara teknis oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. “Pak Dirjen akan turun lagi nanti untuk memberikan pemahaman lebih lanjut. Namun, proyek ini hanya bisa berjalan jika mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat. Jika ada satu pihak saja yang tidak setuju, proyek senilai Rp.7 triliun ini bisa gagal, dan tentunya kita tidak ingin itu terjadi,” tegasnya.

Rektor UNSA Teken Kerja Sama Penambahan Kuota Beasiswa BI NTB

Menteri KP juga menyoroti dampak positif proyek ini terhadap ekonomi lokal. “Akan ada sekitar 1.600 tenaga kerja yang bekerja di tambak, dan sektor-sektor lain akan ikut berkembang, termasuk sektor perumahan bagi pekerja tambak dan nelayan. Dalam hal ini, kami akan bersinergi dengan Pak Fahri Hamzah, Wamen PKP yang juga merupakan putra daerah Sumbawa,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Menteri PKP, Fahri Hamzah, menegaskan bahwa masyarakat Sumbawa mayoritas adalah masyarakat pesisir dengan nenek moyang berasal dari Bugis dan Mandar di Sulawesi. “Menteri KP ini sahabat saya sejak lama. Saya sudah sering mengajak beliau melihat langsung kondisi masyarakat pesisir Sumbawa, dan alhamdulillah hari ini kami bisa berkunjung ke Sumbawa,” ujarnya.

Menurut Wamen PKP, produk hasil usaha masyarakat pesisir Sumbawa bukan hanya udang vannamei, tetapi juga ikan, mutiara, rumput laut, dan bahkan budidaya percobaan lobster di Pantai Meno yang juga akan ditinjau oleh Menteri KP. “Mudah-mudahan industrialisasi ini berjalan lancar sehingga masyarakat memiliki kegiatan dan pekerjaan. Dengan adanya kegiatan dan pekerjaan, kita bisa menata perumahan dan permukiman masyarakat pesisir, sehingga pada akhirnya masyarakat pesisir bisa menjadi masyarakat paling sejahtera di Indonesia,” harap Fahri Hamzah.

Dengan adanya sinergi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, harapan besar terletak pada terwujudnya PSN Udang Sumbawa sebagai proyek unggulan nasional yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian daerah.(ind/r)

PDI Perjuangan Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Alas, Usul Tambah Damkar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
× Advertisement
× Advertisement