Sumbawa Besar (Sumbawasatu.com)-
Pemerintah Kabupaten Sumbawa kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK). Kamis (27/11/2025), Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P membuka secara resmi pelatihan untuk enam paket kejuruan yang dilaksanakan di Aula UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa.
Enam kejuruan tersebut meliputi Boga, Barista, Desain Grafis, Alat Berat, Listrik, serta Las 6G. Hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kepala Balai Pelatihan Kerja, para kepala OPD, serta 96 peserta pelatihan yang terbagi dalam enam kelas, masing-masing berisi 16 orang.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Varian Bintoro, S.So., M.Si dalam sambutannya menjelaskan bahwa pelatihan ini didukung instruktur dari OPD dan BLK. Ia mendorong OPD lain memanfaatkan fasilitas BLK untuk program pelatihan setiap tahun.
“Kami terus membangun komunikasi, termasuk dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk pelatihan pasukan hijau dan pengolah sampah. Tantangan kami ada pada pelatihan alat berat karena belum memiliki unit sendiri, namun kami terus mencari solusi agar BLK menjadi sentra pencetak tenaga kerja kompeten di Sumbawa,” ujarnya.
Varian juga menyampaikan bahwa BLK telah memiliki peralatan barista pada tahun ini, dan berharap ke depan fasilitas penginapan dapat disiapkan untuk peserta dari luar daerah.
“BLK ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kami ingin setiap pelatihan benar-benar memberi nilai tambah bagi peserta,” tambahnya.
Bupati Sumbawa Ir.H.Syarafuddin Jarot dalam sambutannya menegaskan pentingnya peningkatan kualitas SDM, baik melalui pendidikan formal maupun nonformal. Pelatihan ini sendiri telah berjalan 10 hari sebelum dibuka secara resmi.
“Pemerintah Kabupaten Sumbawa ingin menyiapkan tenaga kerja yang tidak hanya siap bekerja di dalam daerah, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional. Yang dibutuhkan bukan sekadar ijazah, tetapi keterampilan,” tegas Bupati.
Ia menginstruksikan Dinas Tenaga Kerja untuk terus membenahi BLK agar lulusan pelatihan memiliki sertifikat kompetensi yang diakui dunia kerja. Bupati juga menyinggung potensi besar Sumbawa dalam sektor kopi.
“Produksi kopi terbesar di NTB berasal dari Sumbawa. Silakan manfaatkan peluang ini, kemas kopi dengan baik agar nilai jualnya naik. Kreativitas itu kuncinya,” pesannya pada peserta.
Terkait kejuruan desain grafis, alat berat, dan listrik, ia menegaskan bahwa kebutuhan tenaga terampil di bidang tersebut sangat tinggi. Bupati mengingatkan bahwa keberhasilan peserta sangat ditentukan oleh kesungguhan belajar.
“Pelatihan ini peluang besar. Jika dilakukan rutin setiap bulan, akan semakin banyak anak Sumbawa yang mampu bekerja secara mandiri maupun terserap di perusahaan nasional dan internasional,” ujarnya.
Bupati juga kembali menegaskan mimpinya untuk menghijaukan Sumbawa sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Sebelum membuka acara secara resmi, Bupati melakukan peninjauan ruang kelas dan berdialog dengan instruktur. Acara ditutup dengan pengalungan tanda peserta oleh Bupati, didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa.(ind/r)

Komentar