Sumbawa Besar (Sumbawasatu.com)-
Rangkaian Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Sumbawa memasuki hari terakhir dengan penuh khidmat di Masjid Besar Darussalam, Desa Rhee, Kecamatan Rhee, Kamis (5/3/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, yang hadir bersama jajaran pemerintah daerah serta tokoh masyarakat setempat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa, perwakilan Forkopimda, Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, para Kepala Perangkat Daerah, Camat Rhee beserta unsur Forkopimcam, Kepala Kantor Urusan Haji dan Umrah, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Kepala Desa Rhee, serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan shalat Zuhur berjamaah yang diikuti oleh masyarakat setempat dan rombongan Safari Ramadhan. Setelah shalat berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan taushiyah yang disampaikan oleh Ustadz Hidayatullah, S.HI. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah untuk mentadaburi kisah Nabi Yunus Alaihissalam sebagai pelajaran berharga bagi kehidupan sosial umat manusia.
Ustadz Hidayatullah menekankan bahwa salah satu penyakit hati yang dapat merusak tatanan kehidupan masyarakat adalah rasa dendam yang tidak mampu dikendalikan. Menurutnya, dendam yang dipelihara akan berbalik menjadi bumerang bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
“Ketika seseorang tidak mampu meredam dendam, maka ia berpotensi melahirkan tindakan yang merusak. Bayangkan jika masyarakat kita dipenuhi pribadi-pribadi yang menyimpan dendam, tentu kerusakan sosial akan sulit dihindari,” ungkapnya.
Ia kemudian mengingatkan jamaah tentang do’a yang dipanjatkan Nabi Yunus ketika berada dalam perut ikan paus sebagai bentuk pengakuan atas kelemahan manusia di hadapan Allah SWT. Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa kerendahan hati, kesabaran, serta kemampuan mengendalikan emosi merupakan fondasi penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga menyerahkan sejumlah bantuan untuk mendukung kegiatan keagamaan dan kemakmuran masjid. Bantuan yang diberikan berupa dana sebesar Rp25 juta dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk Masjid Besar Darussalam.
Selain itu, BAZNAS Kabupaten Sumbawa turut menyalurkan bantuan sebesar Rp10 juta untuk masjid serta 20 paket sembako bagi masyarakat yang membutuhkan. Sementara itu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa memberikan bantuan berupa 10 mushaf Al-Qur’an.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Rhee dan panitia pembangunan masjid yang telah bekerja keras mewujudkan berdirinya Masjid Besar Darussalam yang kini tampak megah.
Menurutnya, pembangunan masjid tidak selalu berjalan mudah. Di awal proses, seringkali muncul keraguan dan tantangan, namun dengan semangat gotong royong dan keyakinan yang kuat, masyarakat akhirnya mampu menyelesaikan pembangunan tersebut.
“Kita menyaksikan sendiri hari ini masjid ini begitu megah. Padahal dulu banyak yang meragukan apakah pembangunan ini bisa selesai. Namun panitia dan masyarakat terus berjuang hingga masjid ini berdiri dengan baik seperti sekarang,” ujar Wabup.
Ia menegaskan bahwa setelah bangunan masjid selesai, tugas besar berikutnya adalah memastikan masjid tersebut benar-benar hidup dan dimakmurkan oleh masyarakat.
“Masjid jangan sampai hanya megah bangunannya, tetapi sepi dari kegiatan. Masjid jangan digembok. Masjid harus menjadi pusat peradaban umat,” tegasnya.
Wabup Ansori juga mendorong agar pengelolaan masjid ke depan semakin terorganisir dengan baik, salah satunya melalui pembentukan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang bertugas mengoptimalkan berbagai kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan di lingkungan masjid.
Dalam suasana penuh kebersamaan itu, Wakil Bupati juga mengajak para kepala perangkat daerah yang turut hadir untuk memberikan kontribusi pribadi guna mendukung penyelesaian pembangunan masjid.
Ia mengusulkan agar setiap kepala perangkat daerah dapat membantu secara sukarela, misalnya dengan menyumbangkan material pembangunan seperti keramik untuk kebutuhan masjid.
“Minimal kita membantu lima meter keramik. Dengan gotong royong seperti ini, kita berharap masjid ini bisa segera disempurnakan pembangunannya,” ajaknya.
Ajakan tersebut disambut positif oleh para pejabat yang hadir sebagai bentuk dukungan terhadap semangat kebersamaan dalam memakmurkan rumah ibadah.(ind/r)

Komentar