Ragam
Beranda » Memasuki Malam Kedua yang Meriah, Festival Muharam-Bulan Bung Karno di Desa Poto Gaungkan Pemajuan Kebudayaan Sumbawa

Memasuki Malam Kedua yang Meriah, Festival Muharam-Bulan Bung Karno di Desa Poto Gaungkan Pemajuan Kebudayaan Sumbawa

Sumbawa Besar (Sumbawasatu.com)–

Memasuki malam kedua yang berlangsung meriah, Festival Muharram dalam rangkaian Bulan Bung Karno di Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa, terus menyedot antusiasme masyarakat. Kegiatan yang digelar pada 20-25 Juni 2026 tersebut diikuti oleh 17 peserta yang terbagi dalam tiga mata lomba, yakni salawat, Asrakal, dan nyanyi solo lagu daerah Sumbawa.

Kepala Desa Poto, Fathul Muin, SP mengatakan bahwa penyelenggaraan Festival Muharram yang dipadukan dengan Bulan Bung Karno menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai religius, kebangsaan, dan identitas budaya masyarakat. Menurutnya, kolaborasi dua agenda tersebut bahkan dapat menjadi yang pertama di Kabupaten Sumbawa.

“Kami merasa bangga karena dapat menyatukan dua momentum besar, yakni Festival Muharam dan Bulan Bung Karno. Bahkan, mungkin ini menjadi yang pertama di Kabupaten Sumbawa,” ujar Fathul Muin.

Ia menjelaskan, ketiga cabang lomba yang dipertandingkan tidak hanya dimaknai sebagai ajang kompetisi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pelestarian seni dan tradisi yang telah lama hidup di tengah masyarakat Sumbawa.

Esti Wijayati Janjikan Beasiswa untuk 100 Anak di Desa Poto

Menurut Fathul Muin, lomba salawat dan Asrakal merupakan warisan seni religius yang memiliki nilai historis dan sosial bagi masyarakat Tau Samawa. Sementara lomba nyanyi solo lagu Sumbawa menjadi sarana penting untuk menjaga keberlangsungan bahasa, sastra, dan kekayaan musikal daerah.

“Melalui lomba salawat, asrakal, dan nyanyi solo lagu Sumbawa, kami ingin memastikan bahwa warisan seni religius dan budaya lokal tetap hidup serta diwariskan kepada generasi muda secara berkelanjutan,” katanya.

Fathul Muin menegaskan bahwa pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi. Menurutnya, pemajuan kebudayaan juga merupakan bagian penting dari pembangunan yang berkelanjutan.

“Pemajuan kebudayaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan desa. Karena itu, Desa Poto berupaya menghadirkan ruang-ruang kreatif yang mampu menjaga keberlanjutan tradisi, memperkuat identitas Tau Samawa, serta membangun karakter masyarakat yang berakar pada nilai religius dan kebangsaan,” tegasnya.

Semarak pelaksanaan hingga malam kedua menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam mendukung pelestarian budaya. Kondisi tersebut semakin mempertegas komitmen Desa Poto dalam menghadirkan ruang-ruang kebudayaan berbasis masyarakat.

Momentum Bulan Bung Karno dan Festival Muharam, Esti Wijayati Komitmen Bantu Desa Poto untuk Pemajuan Kebudayaan

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Desa Poto dinilai layak menjadi salah satu desa percontohan pemajuan kebudayaan di Kabupaten Sumbawa. Festival Muharam dalam rangkaian Bulan Bung Karno sendiri masih akan berlangsung hingga 25 Juni mendatang dan diharapkan menjadi wahana penguatan spiritualitas, kebangsaan, serta pelestarian budaya secara berkelanjutan.(ind/r)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
× Advertisement
× Advertisement