Sumbawa Besar (Sumbawasatu.com)–
Lembaga Analisis dan Kajian Kebudayaan Daerah (LINKKAR) menggelar Pemutaran Film Budaya dan Diskusi di SMP Negeri 1 Moyo Hilir, Rabu (28/10/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 150 siswa dan guru ini bertujuan menanamkan karakter positif sekaligus meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Sumbawa.
Kegiatan tersebut diselenggarakan bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan melalui program Dana Indonesiaraya. Pemutaran film dan diskusi menjadi sarana pembelajaran untuk mengenalkan sejarah, tradisi, adat istiadat, serta nilai-nilai luhur masyarakat Sumbawa kepada para siswa.
Kepala SMP Negeri 1 Moyo Hilir, Nurmawati, S.Pd., menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dapat dilakukan melalui media film, diskusi, dan pengalaman langsung.
“Film budaya menjadi media pembelajaran yang menarik untuk mengenalkan sejarah, tradisi, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur masyarakat Sumbawa,” ujarnya.
Ia juga mengajak para siswa agar bijak menggunakan teknologi dan media sosial serta membangun karakter disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, CEO Rajasua Production, Junaidi Latief, S.Pd., M.Pd., yang menjadi salah satu narasumber, menekankan pentingnya film sebagai media kreatif untuk menyampaikan pesan budaya kepada generasi muda.
Menurutnya, film dapat membantu siswa memahami kekayaan budaya daerah dengan cara yang lebih menarik dan mudah diterima, sekaligus mendorong mereka untuk mengenal serta menghargai identitas budaya sendiri.
Narasumber lainnya, Qadimullah, S.Sos., praktisi seni budaya, mengajak siswa untuk mengenali dan menjaga tradisi serta kesenian daerah sebagai bagian dari warisan budaya yang perlu dilestarikan. Ia menilai keterlibatan generasi muda sangat penting agar budaya Sumbawa tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya.
Adapun Burhanuddin, S.Pd., praktisi pendidikan, menyoroti pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai budaya dalam pembentukan karakter siswa. Menurutnya, nilai kearifan lokal dapat menjadi landasan untuk menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, saling menghormati, dan peduli terhadap lingkungan sosial.
Melalui kegiatan ini, LINKKAR berharap pemutaran film dan diskusi budaya dapat memperluas wawasan siswa, memperkuat karakter, serta menumbuhkan kesadaran untuk mencintai dan melestarikan budaya Sumbawa di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin pesat.(r)

Komentar