Pendidikan
Beranda » LINKKAR Ajak Siswa SMAN 1 Moyo Utara Perkuat Karakter, Cintai Budaya, dan Jaga Warisan Leluhur Sumbawa Lewat Film

LINKKAR Ajak Siswa SMAN 1 Moyo Utara Perkuat Karakter, Cintai Budaya, dan Jaga Warisan Leluhur Sumbawa Lewat Film

Sumbawa Besar (Sumbawasatu.com) –

Lembaga Analisis dan Kajian Kebudayaan Daerah (LINKKAR) mengajak siswa SMAN 1 Moyo Utara untuk memperkuat karakter, menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah, serta menjaga warisan leluhur Sumbawa melalui pemutaran film budaya dan diskusi yang digelar pada Jumat, 30 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya membangun jati diri generasi muda agar tidak kehilangan nilai-nilai kearifan lokal di tengah derasnya perkembangan teknologi dan digitalisasi.

Direktur Eksekutif LINKKAR, Amilan Hatta, M.Si, mengatakan film memiliki peran lebih luas daripada sekadar media hiburan. Film juga dapat menjadi sarana edukasi yang menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai kehidupan kepada generasi muda.

“Film bukan sekadar tontonan, tetapi juga tuntunan yang dapat menyampaikan nilai-nilai kehidupan,” ujarnya.

Menurut Amilan, melalui film, anak-anak dapat mengenal sejarah, tradisi, kearifan lokal, nilai kekeluargaan, penghormatan kepada orang tua, hingga identitas masyarakat Sumbawa. Karena itu, kegiatan tersebut merupakan ikhtiar bersama untuk menyelamatkan karakter generasi penerus.

LINKKAR Gelar Pemutaran Film Budaya di SMPN 1 Moyo Hilir, Tanamkan Karakter dan Cinta Budaya Sumbawa

Ia mengakui kegiatan menonton film dan berdiskusi mungkin terlihat sederhana. Namun, LINKKAR meyakini bahwa pembentukan karakter tidak harus selalu dimulai dengan langkah besar, melainkan dapat dibangun melalui kegiatan edukatif yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Moyo Utara, Iwan Nuddin, S.Pd, menekankan pentingnya mempersiapkan generasi muda agar mampu menghadapi kemajuan teknologi tanpa kehilangan jati diri budayanya.

Ia menilai perkembangan teknologi dan digitalisasi tidak mungkin dibendung. Anak-anak tidak seharusnya dijauhkan dari dunia digital, tetapi perlu dibekali kemampuan untuk mengendalikan teknologi agar tidak justru menjadi pihak yang dikendalikan.

“Kita tidak ingin anak-anak kita hanya menjadi penonton budaya orang lain, sementara mereka tidak mengenal kekayaan budaya leluhurnya sendiri,” tegasnya.

Menurut Iwan, pemutaran film budaya Sumbawa yang digagas LINKKAR merupakan langkah kecil yang memiliki arti penting dalam menyelamatkan mental, membangun karakter, serta memperkuat identitas budaya generasi muda.

Kemitraan PWI–AMMAN, Dukung Peningkatan Kualitas Wartawan se-Pulau Sumbawa

Dalam sesi diskusi, sejumlah narasumber turut mengangkat berbagai pesan moral yang terkandung dalam film dan tradisi budaya Sumbawa.

Qadimullah, S.Sos, mengulas tradisi Barempuk sebagai salah satu warisan budaya yang mengandung nilai sportivitas. Ia menjelaskan bahwa tradisi tersebut tidak semestinya dimaknai sebagai ajang saling memukul atau melampiaskan dendam, melainkan sebagai sarana menanamkan sikap sportif dan menghargai sesama.

Narasumber lainnya, Sudrajat Martadinata, M.S.A, mengingatkan pentingnya mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus. Menurutnya, kekayaan sejati suatu masyarakat tidak hanya diukur dari kepemilikan materi, tetapi juga dari nilai budaya yang tertanam dalam kehidupan dan karakter masyarakatnya.

“Uang dan benda adalah harta yang dapat kita lihat, hitung, dan wariskan. Tetapi nilai budaya adalah harta yang hidup di dalam jiwa, tertanam dalam karakter, dan diwariskan dari generasi ke generasi,” ungkapnya.

Ia menegaskan, kekayaan materi dapat habis dan benda-benda bisa rusak. Sebaliknya, nilai budaya akan tetap menjadi kekayaan yang tidak ternilai apabila terus dijaga dan diwariskan.

Sambut PWI Pusat dan NTB, Wabup Ansori Ajak Perkuat Sinergi ‎

“Kita boleh mewariskan tanah, rumah, dan kekayaan kepada anak-anak kita. Tetapi jangan sampai kita gagal mewariskan nilai, adat istiadat, kearifan lokal, dan jati diri kepada mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Dedy Irwansyah, S.Pd, mengangkat pesan moral film KAMAKI yang berkaitan dengan tanggung jawab generasi muda dalam menjaga kelestarian alam dan warisan budaya Sumbawa.

Ia menjelaskan bahwa air bukan hanya kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga merupakan hak bagi generasi yang akan datang. Oleh karena itu, menjaga kelestarian hutan berarti turut melindungi sumber mata air, sungai, lahan pertanian, serta keberlangsungan kehidupan masyarakat.

Melalui pemutaran film dan diskusi tersebut, LINKKAR berharap generasi muda tidak hanya mengenal budaya Sumbawa sebagai warisan masa lalu, tetapi juga mampu memahami, mencintai, dan mengambil peran aktif dalam melestarikannya.

Upaya ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kemajuan zaman harus berjalan seiring dengan penguatan karakter, kepedulian terhadap lingkungan, dan pelestarian identitas budaya daerah.(r)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
× Advertisement
× Advertisement